Senin, 12 Oktober 2009

KUE LIDAH KUCING

LIDAH KUCING

Bahan:
2 butir putih telur
100 gram gula pasir
175 gram mentega kocok
175 gram tepung terigu

Cara membuat:
Telur dan gula dikocok.
Campur dengan mentega kocok.
Campur dengan terigu.
Dibentuk seperti lidah.

KHASIAT BUAH

Khasiat Dan Manfaat Buah-Buahan Alami Bagi Tubuh Manusia - Ilmu Kesehatan Masyarakat

Sun, 18/11/2007 - 12:56pm — godam64

Buah adalah salah satu jenis makanan yang memiliki kandungan gizi, vitamin dan mineral yang pada umumnya sangat baik untuk dikonsumsi setiap hari. Dibandingkan dengan suplemen obat-obatan kimia yang dijual di toko-toko, buah jauh lebih aman tanpa efek samping yang berbahaya serta dari sisi harga umumnya jauh lebih murah dibanding suplemen yang memiliki fungsi yang sama.

Di bawah ini kita dapat melihat kandungan, khasiat dan manfaat sehat dari beberapa jenis buah yang ada di bumi :

1. BUAH TOMAT (TOMATO)

- tomat mengandung vitamin A, B1 dan C.

- tomat dapat membantu membersihkan hati hati dan darah kita.

- tomat dapat mencegah beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :

a. gusi berdarah.

b. rabun senja / kotok ayam.

c. penggumpalan darah.

d. usus buntu.

e. kanker prostat dan kanker payudara.

2. BUAH PEPAYA (PAPAYA)

- pepaya mengandung vitamin C dan provitamin A.

- pepaya dapat membantu memecah serat makanan dalam sistem pencernaan.

- pepaya dapat mebuat lancar saluran pencernaan makanan.

- pepaya dapat menanggulangi atau mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :

a. menyembuhkan luka.

b. menghilangkan infeksi.

c. menghilangkan alergi

3. BUAH PISANG (BANANA)

- pisang mengandung vitamin A, B1, B2 dan C.

- pisang dapat membantu mengurangi asam lambung.

- pisang bisa membantu menjaga keseimbangan air dalam tubuh.

- pisang dapat menanggulangi atau mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :

a. gangguan pada lambung.

b. penyakit jantung dan stroke

c. stress

d. menurunkan kadar koleterol dalam darah.

4. BUAH MANGGA (MANGO)

- mangga mengandung vitamin A, E dan C.

- mangga dapat bertindak sebagai disinfektan.

- mangga dapat membersihkan darah.

- mangga dapat menanggulangi atau mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :

a. bau badan / bb / bau tubuh yang tidak enak.

b. menurunkan panas tubuh saat demam.

5. BUAH STRAWBERRY (STRAWBERRY)

- stoberi mengandung provitamin A, vitamin B1, B dan C.

- stobery mengandung antioksidan untuk melawan zat radikal bebas.

- strawbery memiliki kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :

a. mengobati gangguan kesehatan pada kandung kemih.

b. menjadi anti virus

c. menjadi anti kanker

6. BUAH APEL (APPLE)

- apel mengandung vitamin A, B dan C.

- aple dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

- apel mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :

a. menjadi zat anti kanker.

b. mengurangi nafsu makan yang terlalu besar.

7. BUAH JERUK (ORANGE)

- jeruk mengandung vitamin A, B1, B2 dan C.

- jeruk mengandung antikanker bagi tubuh.

- jeruk dapat mencegah dan mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :

a. mengobati sariawan.

b. menurunkan resiko terkena kardiovaskuler, kanker, dan katarak.

8. BUAH PEAR / PIR (PEAR)

- pear mengandung vitamin C dan provitamin A.

- pear mengandung anti oksidan yang baik untuk menjaga kesehatan.

- pear dapat mencegah beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :

a. menurunkan demam / panas tubuh.

b. mengencerkan dan menhilangkan dahak pada batuk berdahak.

9. BUAH JAMBU BIJI MERAH / JAMBU MERAH (GUAVA)

- jambu merah mengandung vitamin C yang sangat banyak.

- jambu merah mengandung zat antioxidan dan antikanker.

- jambu merah mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :

a. menurunkan kadar kolesterol darah

b. mengobati infeksi.

c. menjaga mengobati sariawan.

d. memperlancar peredaran darah.

e. melancarkan saluran pencernaan.

f. mencegah konstipasi.

10. BUAH SEMANGKA (WATERMELON)

- semangka mengandung vitamin C dan provitamin A.

- semangka dapat menjadi antialergi.

- semangka mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :

seperti :

a. menurunkan kadar kolesterol.

b. mencegah dan menahan serangan jantung.

11. BUAH MELON (HONEYDEW)

- melon mengandung vitamin C dan provitamin A.

- melon mengandung zat anti kanker dan anti oksidan.

- melon mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :

a. mencegah darah menggumpal.

b. membersihkan kulit.

c. menlancarkan saluran pencernaan.

d. menurunkan kadar kolestrerol.

12. BUAH WORTEL (CARROT)

- wortel kaya akan vitamin A.

- wortel baik untuk menjaga kesehatan mata.

- wortel mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :

a. meningkatkan kekebalan dan ketahanan tubuh jasmani.

b. menjaga hati tetap sehat.

13. BUAH BELIMBING (STAR FRUIT)

- belimbing mengandung vitamin C dan provitamin A.

- belimbing dapat membantu memperlancar pencernaan makanan.

- belimbing mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :

a. menurunkan tekanan darah.

b. menurunkan kadar / tingkat kolesterol dalam tubuh.

14. BUAH NANAS (PINEAPPLE)

- nanas mengandung vitamin B dan C.

- nanas dapat mencegah terkena serangan jantung dan stroke / struk.

- nenas dapat mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :

a. menyembuhkan luka.

b. menyembuhkan infeksi pada saluran pencernaan.

Untuk menjadi sehat alami tanpa bahan kimia makanlah berbagai buah secukupnya setiap hari demi kesehatan badan kita yang sangat berharga.

SAMBAL GORENG KENTANG

SAMBAL GORENG KENTANG

Bahan:
½ kg kentang/tempe
minyak goreng secukupnya
Bumbu:
10 buah cabai merah
10 buah bawang merah
3 siung bawang putih
2 potong lengkuas
3 lembar daun salam
1 batang serai
2 mata asam jawa
½ sdm garam
½ gelas/100 gram gula merah
1 sdt. terasi

Cara Membuat:
Iris kentang kecil-kecil, lalu goreng hingga kering dan berwarna kuning kecoklatan.
Iris halus cabai merah. Goreng hingga kering , angkat, sisihkan.
Haluskan bawang merah, bawang putih, garam, gula merah dan terasi. Tumis bersama bumbu lainnya hingga harum aromanya.
Masukkan kentang, aduk rata , sesudah kering, angkat dan siap dihidangkan.

Kamulah Satu-satunya..

Kamulah Satu-Satunya...


Lapangan basket smala sore itu dipenuhi siswa-siswi ekskull basket. Beberapa siswa asyik membetulkan baju olahraganya, sedangkan sebagian besarnya mengambil tempat di pinggir lapangan untuk melakukan pemanasan.

Seorang siswa bertubuh jangkung berdiri ditengah lapangan sambil mendribell bola. Dia Tio, siswa 3 ips 3. setelah beberapa kali mendribell, segera dilemparnya bola ke dalam ring dan masuk. Spontan siswa-siswi yang lain segera berteriak. Tio hanya menaikkan alis kemudian mengambil tempat di pinggir lapangan.

Seorang gadis cantik sebayanya segera menghampiri membawakannya sebotol air mineral. Dia Marsya, siswi 3 ipa 1. Perasaan bangga gadis itu jelas terpancar dari goresan senyum di bibirnya. Siapa sich yang nggak bangga bisa bersanding di samping cowok se-cool Tio? ganteng pula, dan keren abiis.

Jam menunjukkan pukul 18.00, Tio segera mengganti pakaiannya yang basah oleh keringat. Sedangkan Marsya masih setia disampingnya.

“Tio, kita pulang sama-sama yaa?” pinta Marsya dengan manjanya.

“kamukan bawa mobil Sya? Lagian aku ada urusan lain, sorry ya?”

“Tio, kok gitu sich? Kan Marsya mo pulang dianterin Tio, kalau soal mobil gampang.”

“Kan aku udah minta maaf, jangan ngambek dong sayang? Aku benar-benar nggak bisa”.

“Ya udah dech, aku duluan cayang...”

Kemudian Marsya segera menuju mobil dan lambat laun menghilang dari pandangan Tio. Bukannya Tio tidak mau mengantar Marsya tapi berhubung Marsya sudah membawa mobilnya, Tio jadi memilih pulang sendiri. Lagipula Tio sedang ingin sendiri.

Malam menunjukkan pukul sepuluh malam. Tio baru saja selesai menerima telpon dari Marsya. Tio segera merebahkan badannya, badannya terasa pegal setelah latihan basket tadi sore. Baru akan memejamkan mata, dering sms di handphonenya langsung mengejutkannya. Dengan malas Tio mengambil hpnya, dibukanya kotak masuk...

Pesan :kaTio, j9n lupa bsk bw bku disketx. Pt9 b9t lh0! Kl0 9a dbw aq 9a tw hrz kyk pa l9i...

Pengirim : Yoe_naa Imo-ett

Tio tersenyum lucu melihat sms yang dikirimkan Yuna. Yuna siswi smala kelas 1-2. Sewaktu masih SMP Tio satu sekolah dengannya. Tio masih ingat, mulanya Tio sempat jahil dengan Yuna ketika Yuna masuk SMP. Dengan teganya Tio menyuruhnya memompa sepuluh bola basket. Sejak saat itu Tio dekat dengannya, bahkan Tio menganggapnya sebagai adik karena Tio tidak memiliki adik perempuan. Kini, mereka kembali satu sekolah. Yuna baginya adalah adik yang pengertian dan tahu apapun tentang dirinya. Tio segera membalas sms dari Yuna...

Pesan : tng aja joe... aq ga lupa koq! Bobo gih, ntar u ksiangan tuch!!!

Penerima : Yoe_naa Imo-ett

Pagi hari dikelas 3 ips 3. Tio segera menuju kebangkunya dan membuka tasnya mencari disket yang dijanjikannya.

“eh Tio, tumben datang cepet. Biasanya juga pas bel kamu baru kelihatan batang hidungnya, meski piket juga tetap ngaret.” Ledek Gilang teman sebangkunya, sekaligus sahabatnya juga teman se ekskullnya.

“memangnya nggak boleh? Lang temani aku ke kelas 1-2 dong, aku mo ketemu Yuna. Nich, mo ngasih disket.”

“Yuna teruu...uuusss, dia tuch sapamu sich? Marsya mo dikemanain?”

“ah, kamu Lang ngeledek melulu! Mo nemenin kagak??”

”Iyeee...”


”Berapa kali sich aku harus bilang, Yuna tuch adik aku. Apa hubungannya ma Marsya sich?”

“ya, maaf... ya udah dech cepetan keburu rame.”

Gilang segera menarik Tio yang masih kesal dengan kata-kata Gilang. Sesampainya di kelas 1-2 Yuna sudah menunggu di depan pintu.

“maaf ya kak Tio, aku ngerepotin.”

“udahlah, biasa aja. Awas ya, kalau sampe rusak kudu’ diganti.”

“beres, jangan samakan aku sama kakak, kalau pinjam sesuatu pasti baliknya cacat.” Tio tertawa renyah mendengarkan Yuna.

“eh kak, pacar kakak tuch nyusul kesini..” Tio segera menoleh kebelakang, ternyata benar Marsya menuju ke arahnya.

“Kak Tio, pacar keberapa sich kak Marsya itu?” ledek Yuna.

Tio ingin sekali mencubit pipi Yuna yang jahil tapi terhalang oleh Marsya yang segera menggandeng tangannya. Yuna segera kembali ke bangkunya. Marsya mengajak Tio pergi dari kelas 1-2 dan duduk dibangku panjang koridor kelas didepan kelas 3 ipa 1.

“Ayang, kok nggak jemput Marsya sich? Kemarinkan marsya suruh jemput” rajuk Marsya.

Tio langsung memukul jidatnya.

“Ya ampun, aku lupa. Sorry yang?”

”Nggak apa - apa sich? Kan Marsya ada yang nganterin. Cuma koq bisa lupa sich?”

Belum sempat Tio menjawab, Marsya langsung “sotoy” seolah membaca pikiran Tio.

“aku ngerti kok, kitakan udah kelas tiga pasti Tio mo konsen kepelajaran jadi lebih mentingin pelajaran daripada Marsya. Ga apa dech, Marsya senang kalau Tio mo pinter.”

Tio hanya mengangguk pelan dengan tersenyum simpul.

“sok tahu banget sich? Sapa juga yang mikir pelajaran, pr aja belum kukerjain.” Batin Tio.

Bel istirahat telah berbunyi, Tio segera menuju kantin pangsit bersama Gilang.

“penginnya sich beli dua mangkok, tapi malu banget!!!” batin Tio.

Sambil mengaduk – aduk kuah pangsit Tio melihat Yuna yang datang ke kantin ingin memesan pangsit.

“Yuna, sini...” teriak Tio. Yuna hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala. Matanya melirik kanan-kiri seperti memastikan keadaan disekitarnya. Yuna mengambil tempat di sudut kantin yang jauh dari meja Tio. Yuna menyudut sendiri sambil melahap pangsitnya. Yuna memang seperti itu, dan Tio tahu bagaimana sikap Yuna yang mandiri itu.

“Yo, kasiaan ya adik loe itu... emang nggak ada temannya ya???” bisik Gilang.

Tio hampir saja mau menjitak kepala Gilang,

“enak aja, Yuna itu banyak temannya. Dari dulu dia emang begitu nggak suka bergerombol. Kalau dia mau sesuatu dan nggak ada yang mau juga, dia pergi sendiri.” Tio menjelaskan dengan seksama.

“loe tahu banget tentang Yuna, cewek kayak gitu yang asyik... kalau mau kemana – mana, trus kita nggak bisa nemani, dia nggak ngambek. Apalagi cowok ekskull kayak kita!” Cerocos Gilang sambil melahap pangsitnya yang sudah hampir habis. Tio hanya terdiam sambil tetap mengaduk pangsitnya yang sudah dingin.

“loe ga mau, kasih gue aja!!! Ngelamun lagi! Mubazir tahu!” celetuk Gilang menyadarkan Tio dari kekosongannya yang sedari tadi memperhatikan Yuna.

Tio terdampar di tempat tidurnya, matanya menerawang ke langit – langit kamar. Sebuah sms masuk ke hpnya.

Pesan : Ayank, ntar sore jmp cnt y? kan xkul brg...

Pengirim : Marsya

Tio mencibir melihat sms Marsya,

“manja banget c?!!” batin Tio. Tio segera meletakkan hpnya lagi. Namun dering sms datang lagi. Tio ingin sekali membanting hpnya.

“apalagi sich maumu sya?” gerutu Tio. Di raihnya dengan kasar hp yang baru saja di letakkannya.

Pesan : pasti marah nie? Soalx gi kcpean! Bnr kan? Yee, yang udah mo ujian... kudu bljr!!! Bsk tryout kan? Ank cntik mo ksh tips ni, “hbs xkull lgsung plg trs mndi, siap2 sholat, trs lgsung bc buku. Jgn lupa brdoa...

Pengirim : Yoe_naa Imueet

Tio kembali tersenyum dan segera membalas sms Yuna.


Pesan : Ank kcl,,, trims yach tipsx.... ntar aq ikutin, key??? Bljr juga biar pntar, jgn cm cntik doang, key??? Blz gpl



Tio sudah siap dengan seragam basketnya, jam menunjukkan pukul 16.00 Wita. Tio segera menaiki motornya dan berangkat. Sesampainya di depan gerbang Gilang sudah menunggunya. Tio segera memarkir motornya. “ Lang, udah rame di lapangan.” Gilang hanya geleng – geleng kepala. “kayak loe nggak tau aja, jadwalkan jam 16.30 loe aja yang sok imut datang jam segini.” Celetuk Gilang. “Peduli amat, kamu sendiri?” ledek Tio. gilang Cuma senyum – senyum malu.

Tio duduk dipinggir lapangan sambil memainkan bola basketnya. Tiba – tiba Tio teringat Marsya yang minta dijemput. Tio spontan memukul jidatnya dan mengambil hp bermaksud untuk sms Marsya. Tiba – tiba Marsya menelpon dan mengatakan bahwa dirinya sakit. “Alhamdulillah, nggak jadi ngomel dech ni anak!” batin Tio. tiba – tiba Gilang memukul pundak Tio, “apaan sich?” bentak Tio. “tenang fren, liat tu sapa? Cewe yang duduk dikantin ntu??” tunjuk Gilang. “Yuna???” sentak Tio selesai melihat dengan seksama. “tull banget insting loe” ledek Gilang. Tanpa pikir panjang Tio segera duduk disebelah Yuna. “Yun, ngapain jam segini ke skull?” tanya Tio hati – hati. “oh nggak, pengen aja.” Tio mengangguk – angguk lucu. Tiba – tiba Gilang ikut nimbrung, ‘hai Yun, aku sering dengar crita tentang loe dari Tio.” Gilang mengulurkan tangannya, “kenalin, Gilang.” yuna membalas uluran tangan dengan ragu. Tio segera menarik Gilang. “jangan macam – macam kamu, ingat Yuna tuch adik gua..” ancam Tio. “terserah loe dech, gue kan hanya mo kenalan doang. Lugu banget yaa tu anak.” Canda Gilang. “rese’ loe,” celetuk Tio. “gue tau ntu anak bidadari loe, udahan dech, gue tinggal...kenapa loe harus jadian ma Marsya klo dihati loe Cuma ada tuch bidadari kecil???” ledek Gilang sambil berlalu. “maksud loe?” tanya Tio lirih. Gilang hanya melambaikan tangannya menuju ke lapangan basket. Membalikkan kepalanya sebentar sambil berkata lirih, “di hati loe Cuma ada satu orang, dan loe pikir aja sapa orang tuch?” Tio terdiam lalu kembali duduk disamping Yuna. “ka, sorry ya aku nggak ramah ma teman kaka.. abisnya tau ndirikan gimana aku kalo soal kenalan?” “iya... aku tau, sifat kamu yang kayak kelinci jadi kayak siput dech!” ledek Tio. Yuna memasang muka manyunnya. “Yun, pulang ma sapa? Gini aja, mo kan nunggu ampe selesai aku xkull. Trus aku antar pulang.” Ajak Tio. “nggak mau ah... lama amat. Aku pulang ndiri aja dech, aku pamit ya ka...” pamit Yuna.

Sabtu tiba, bagi Tio ini malam terakhir dia jalan keluar karena minggu – minggu berikutnya Tio akan sibuk belajar. “Tio, maaf ya aku nggak bisa jalan ma kamu soalnya aku masih demam... nggak papa kan cay2...” rujuk Marsya ditelpon. “bagus klo gitu” batin Tio. Tio masih berfikir dikamarnya, diberanikannya untuk menelpon Yuna dan mengajak Yuna. “boleh, tapi nggak malam.” Pinta Yuna. “beres anak kecil... aku jemput abis ashar ya?” “oke!!!” telpon pun berakhir.

Tio tiba dirumah Yuna, ibu Yuna menyambut Tio dengan senyum. “tunggu ya Tio...” bujuk Ibu Yuna. Tio masih bisa bersabar karena bukan selama Marsya, lagipula Tio sudah kenal dekat dengan keluarga Yuna. Yuna segera menghampiri Tio, “Ayo kak... bu, yuna jalan dulu ya ma kak Tio.” Tio terperanjat melihat Yuna, dia baru sadar Yuna bukan sekedar anak kecil yang dikiranya selama ini, dengan menggunakan baju lengan panjang warna putih dengan bordiran biru yang dipadu dengan celana panjang warna biru levis dan rambut yang diurai dihiasi pita biru membuat yuna berbeda dengan biasanya yang memakai seragam kedodoran dan rambut diikat nggak jelas. Meskipun nggak bergaya model kayak Marsya yang senantiasa rok mini tapi.... innerbeauty nya kelihatan banget” batin Tio.

“wooi, ayo...” Yuna menariK tangan Tio menuju ke motornya. “mau kemana nich, adikku???” “kemana ya??” Tio tertawa kecil, “dasar anak rumahan”. Akhirnya mereka sepakat pergi ke Mall saja. Yuna mengajak Tio ke Gramedia, karena jenuh Tio berkeliling sebentar dan menemui sosok yang dikenalnya. Marsya sedang shopping dengan seorang cowok. Tio ingin menghampiri, namun Tio mengurungkan niat dan beralih sms Marsya.

Pesan : Qta Putuz...?????

Penerima : Marsya

Tio melihat Marsya terperanjat membaca sms dirinya dan spontan melihat sekeliling dan menemukan sosok Tio di depan Gramedia.

Pesan : jgn hmpri aq, aq ga mrh koq, krn aq ga tuluz syg ma kmu, dy pst lbh baik dri aq...

Penerima : Marsya

Balasan dari Marsya pun datang.

Pesan : mkc ya yank... sorry aq duain kmu, iya qta putuz. Aq sng qta udh jls ga mksain hub qta...

Pengirim : Marsya

Tio kembali masuk ke Gramedia, Tio bertanya – tanya dalam hati kenapa dia nggak merasa kehilangan Marsya?? Tapi sudahlah, Tio nggak mau merusak suasana. “Yun, balik yuuk... bete’ nich?!” “bentar deh ka... aq mo cari buku inceran aq” “yang ini?” “nah iya...haa??? 42.000?? mahal amat?!” Yuna terperanjat melihat harga bukunya. Tanpa pikir panjang Tio segera menuju kasir dan membayar buku incaran Yuna dan menarik Yuna keluar. “aduh ka, bukunya mahal banget... kenapa kaka beli? Ya udah, nich uang gantinya” Yuna mengeluarkan uang dari dompetnya sambil terus ngomel. “yang minta diganti sapa? Nich ambil bukunya, hadiah buat kamu.” Celetuk Tio dan langsung pergi. Yuna segera mensejajarkan langkahnya dengan Tio. “beneran nich? Kaka kok tumben baik ma aq? The best brother dech...” Yuna langsung menggandeng tangan Tio. “maaf ka, aq lancang banget” ucap Yuna lirih dan langsung melepas tangan Tio. Tio hanya tersenyum. Karena bosan Tio mengajak Yuna menuju “Bekapai”. Mereka duduk di bangku taman sambil makan es cone, “yun, celemotan tuch... hahaha...” ledek Tio. “yee, kaka juga!!! Lucu banget!!” ledek Yuna kembali. Penjual es yang mangkal didekat mereka nyeletuk sambil membetulkan parkiran gerobaknya. “aduh, mba dan masnya ini riang banget... indahnya masa remaja.” “ah, nggak koq ‘lek...” jawab Yuna malu – malu. Tio terdiam dan tersadar hari ini lain dari biasanya.

“ka, makasih ya udah ngajak aku jalan – jalan. Aku senang banget” Tio mengusap kepala Yuna, “segitunya, dasar homegirl..” “oia, kaka kan minggu depan udah try out dan bakal sibuk persiapan ujian? Kenapa malah senang – senang sich???” bentak Yuna. “makanya, ini yang terakhir... aku mo lewati jadi hari special sebelum ujian tau!!!” sentak Tio. Yuna tersadar dengan kata – kata Tio, “special?? Kak Marsya??” Tio segera menggelengkan kepala dengan cepat dan tangannya menirukan bentuk gunting. Yuna terbelalak, “putus?? Kenapa??? Aku turut sedih ka?” “buat apa sedih? Aku nggak koq.. hati kita Cuma satu, Marsya nggak cukup dihati aku.. karena di hati aku sudah ada....” Yuna segera memotong, “jadi kakak nggak sayang ma kak Marsya ya? oo, gitu...” “aduh Yun, aku kan belum selesai ngomong!!!” Yuna mencibir, “udah serius jadi lupa dech” batin Tio. “maaf dech” bujuk Yuna.

Jam enam mereka tiba dirumah Yuna, Yuna turun dari motor dan menunggu Tio pergi, “ka, belajar yang benar... aku nggak bakal ganggu dan sms supaya konsentrasi, hatinya yang illfell diobatin!” Tio ngangguk – ngangguk mengerti. Tio membuka helm


standarnya. “aku lebih senang kamu smsin Yun, aku udah dapat obatnya tapi, entahlah bisa apa ga?” tiba – tiba rintik hujan turun. “kak, entar kehujanan... mampir dulu gin?” tawar Yuna. Tio mengangguk dan segera mengikuti Yuna menuju ke dalam rumah.

Yuna, mengambilkan Tio secangkir teh dan biscuit Oreo. “di minum kak, oh iya itu biscuit kesukaan kakak... Oreo kan?” tawar Yuna. “kamu tau aja kesukaan aku yun...” Tio segera melahap biskuitnya dengan riang. “apa yang kakak suka, aku udah hapal. Sampai yang kakak benci sekalipun...” Tio terdiam mendengar kata – kata Yuna. “iya ya, aku nggak pernah sadar, kalau kamu tau segalanya tentang aku, yun... aku jadi makin sayang ma kamu.. lebih dari sekedar adik.” Batin Tio. Yuna membuka buku yang baru saja dibeli di Gramedia. “kak, makasih ya bukunya... aku senang banget, hehehe...” Yuna tersenyum manja. “dasar anak kecil!!!” ledek Tio. “kak, aku benar- benar berharap kakak bisa lulus, kakak yang terbaik dech!!!” celetuk Yuna. “makasih, Yun...” jawab Tio datar. “ada yang lebihh nggak sich Yun???” Batin Tio. Tak terasa hujan telah reda dan Tio pamit pulang.

Yuna mengantar Tio hingga depan rumah. Tio mulai menstarter motornya, entah mengapa dirinya tak ingin segera pulang. “nggak boleh, aku nggak boleh takut, hari ini semua harus beres...” batin Tio. Tio menghembus nafasnya, “kenapa kak?” tanya Yuna khawatir. “kakak takut dengan ujian? Kakak gugup?? Atau....” Tio langsung memotong, “berisik!!! Bisa nggak sich Yun, nggak terlalu didramatisir?” celetuk Tio. “Maaf dech...” Tio langsung melemparkan pandangannya, “Yun, sebenarnya aku..... aku.... sayang ma kamu...” Tio langsung menunduk. Yuna terperanjat... “woi, mingkem mba??” ledek Tio. “serius ka??” “nggak Yun, main – main, udah gugup juga ngatainnya ditanya seriusnya lagi?!!!” omel Tio. “Ka, makasih ya?” jawab Yuna datar. Tio sempat kecewa dengan jawaban Yuna. “aku juga sayang sama kakak, sebelum Marsya dan siapapun...” ucap Yuna lirih. “beneran Yun?” Yuna mengangguk pasti. Tio langsung mengenakan helm standarnya, menyembunyikan wajahnya yang merona. “hati – hati ya kak, aku selalu dukung kakak dan selalu sayang ma kakak...” ucapnya pelan nyaris tak terdengar. Tio mengangguk dan segera menancap gas. Senyum, tawa, dan canda Yuna terbersit di imajinasinya, “Kamu satu – satunya cewek yang layak dihatiku...” batin Tio.




Created by yuyun – Full Inspirated by Some1@ 3IPS4


Minggu, 11 Oktober 2009

BOLU KUKUS

Bahan:
5 butir kuning telur
4 putih telur
250 gram gula pasir
300 gram tepung terigu
½ sdt soda kue
175 cc air soda (Sprite/7Up)
½ sdt vanilla
1 sdm coklat bubuk untuk pewarna
Cetakan Bolu Kukus

Cara Membuat:
Alasi ± 20 cetakan bolu kukus dengan kertas roti lalu masukkan ke dalam panci kukus yang airnya sedang mendidih.
Kocok telur, gula dan vanilla sampai kental dan naik lalu masukkan bergantian, ½ bagian tepung, ½ bagian air soda, begitu seterusnya sampai adonan habis, aduk rata. Ambil 5 sdm adonan, beri coklat bubuk, aduk rata.
Tuang adonan ke dalam cetakan sampai hampir penuh lalu tambahkan 1-2 sdt adonan yang diberi coklat bubuk.
Tutup panci kukusan, masak ± 20 menit dengan api besar tanpa membuka tutpnya. Kukus hingga matang dan merekah, selama ± 25 menit.
Untuk 20 bolu kukus.