Senin, 26 Maret 2018

Menyederhanakan Pikiran

0 komentar

Sadar tidak sadar, hal yang paling mudah kita lakukan pada diri sendiri terkadang adalah memperumit situasi. Kita gelapkan pikiran dengan asumsi. Kita aduk sangkaan dengan persepsi abu-abu. Kita remangkan hati dengan buruk sangka, kita balut pikiran dengan cara pikir yang kian tidak sederhana, untuk kemudian berujung dengan mendapati diri berada dalam situasi yang lebih rumit, dari yang tadinya sederhana, jauh lebih rumit dari yang tadinya mungkin memang sudah rumit.

Mungkin penyebab paling dasar dari semuanya adalah ketidakjujuran. Bukan hanya soal ketidakjujuran pada orang lain, pada keadaan, tapi justru pada diri sendiri.

Ada situasi tertentu boleh jadi orangnya lebih memilih disalah pahami daripada harus menjelaskan, tapi penting diingat; tidak semua situasi tepat disikapi dengan cara begitu. Karena cara paling sederhana bisa memahami dan dipahami adalah melapangkan komunikasi;mau tidak mau. Meski kadang tidak semudah diucapkan.

Tapi komunikasi yang jujur, pada diri sendiri, pada situasi, pada orang lain, terbukti telah menyederhanakan situasi yang rumit, menjadi lebih ringan untuk diurai dalam penyelesaian kan?

Read More..

Senin, 12 Maret 2018

The beauty of tolerance

0 komentar
Saya Yuyun Sundari (masih 22 tahun 😂),  umur yang masih normal terkena Dysmenorrhoea (menurut artikel yg sy baca)

Wanita yg terkena Dysmenorrhoea biasanya akan merasakan "sakit" lebih dr 24 jam, tapi (alhamdulillah) sy hanya merasa sakit 4-5 jam saja (jika dibawa tidur), jd kalo ada shift siang, saya harusnya bisa masuk kerja 😁

Dysmenorrhoea adalah salah satu dari Premenstrual Syndrome, saya sih kalo lg PMS sering kezel, baper, tapi ga sampai jambak rambut orang 😂
Eyke cantik kan? 😂 
Mewakili seluruh wanita yg bekerja (kalo mau diwakilin)  saat berada dalam Monthly period, kami meminta tolerasi sesama manusia, bahasa lebih kerennya tolerance of fellow human beings, baik dalam pekerjaan maupun daily activity.
"Hidup Perempuan!!!! "😂

Terakhir, saya mengutip quote dr Pramoedya untuk pelengkap tulisan ini
"Tanpa wanita takkan ada bangsa manusia. Tanpa bangsa manusia takkan ada yang memuji kebesaran-Mu. Semua puji-pujian untukMu dimungkinkan hanya oleh titik darah keringat dan erang kesakitan wanita yang sobek bagian badannya karena melahirkan kehidupan."

Saya hanya menyalurkan efek monthly period dalam tulisan, saya berharap kita mempunyai toleransi yang tinggi sebagai sesama ummat. Saya tidak sempurna, tapi saya menjungjung tinggi toleransi. 😊

Read More..